Tiga Bulan Berlau Pemerkosaan Anak Dibawah Umur Warga Desa Wonosari Pelaku Belum Juga Terungkap

koranwantara.com – MUSI RAWAS

Miris melihat keadaan dan mendengarkan peristiwa yang menimpa Jumari warga Desa Wonosari dengan anak putrinya sebut saja Bunga (15), pelajar kelas 2 di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang diduga merupakan korban pemerkosaan secara kekerasan.

Kepada Wartawan koranwantara com, Korban Bunga didampingi kedua orangtuanya menceritakan peristiwa ini terjadi dibulan Maret atau 3 bulan yang lalu, awalnya sekitar jam 19.00 WIB Dia diajak temannya bernama (R) jalan keliling-keliling.

Usai selesai keliling mutar-mutar sekira jam 21.00 WIB mereka pulang dan Bunga berharap diantar pulang kerumahnya oleh temannya (R), namun ditengah perjalanan justru R memberhentikan kendaraan roda dua yang mereka kendarai disalah satu “Rumah Kosong” berlokasi diperbatasan Desa Wonosari-Sumber Sari

Tidak lama kemudian M menyusul dan R teman sebelumnya yang mengajak jalan-jalan justru pergi meninggalkan Bunga berdua dengan M, disinilah awal terjadinya peristiwa.

(Ketika Wartawan Sekitarilampari.com menanyakan, apakah Bunga mengetahui antara (R) dan (M) sudah janjian ketemu dilokasi kejadian, Bunga menjawab tidak mengetahui hal itu)

Bunga ditarik paksa oleh (M) kerumah kosong yang sepi berada dipinggir jalan yang jauh dari pemukiman warga sekitar, dengan mencekoki minuman keras dan mengikatnya memakai tali tambang yang Bunga tidak tahu asal muasal tali tersebut lalu diperkosa.

Masih menurut Bunga antara sadar dan tidak sadar akibat pengaruh alkohol tidak tahu berapakali Dia disetubuhi oleh terduga (M), yang seingatnya kejadian berlangsung sekitar jam 21.00 hingga jam 5.00 subuh.

“Saya dikasi minuman Malaga,Tuak dicampur Antangin baru diikat pakai tambang dan bekas ikatannya masih ada dipunggung dan bekas luka ditangan terkena paku”

“Saya mabuk nian Mas, tidak tahu apa-apa lagi sesudah dipaksa meminum minuman itu , tidak tahu berapa kali saya digituin sama M dari sekitar jam 9.00 malam sampe jam 05.00 subuh, ” Ujar Bunga dan mengatakan dalam posisi pengaruh alkohol saat itu seingatnya cuma M berdua dengannya dilokasi kejadian tersebut.

Pagi harinya jam 05.00 WIB usai ditinggal oleh terduga (M) Bunga yang takut pulang kerumahnya akhirnya memilih pergi ketempat Bibiknya tanpa menceritakan apa yang telah dialami karena takut.

Oleh Bibik Bunga yang menaruh curiga melihat Bunga dengan pakaian penuh kotor dan datangnya diwaktu yang tidak lazim subuh hari, apalagi sebagai anak perempuan dibawah umur, dengan spontan menelepon orangtua Bunga.

Jumari Ayah Bunga dan keluarga tidak mampu ini bingung selain ketidaktahuan mau berbuat apa, akhirnya salah satu yang menurutnya seorang Pengacara datang menawarkan diri membantu melaporkan dan mendampingi korban untuk melaporkan kejadian ke proses hukum.

Namun setelah dilakukan penyelidikan, sebulan lebih kemudian pihak Polres yang menangani justru di Sepekan, dengan alasan tidak cukup bukti dan korban dalam memberikan keterangan sering berubah-ubah.

Setelah adanya informasi bahwa kasus ini dihentikan proses hukumnya pihak keluarga mendatangi Ormas PBB dan memberikan kuasa mendampingi untuk menguak kembali kasus ini.

Lewat Ormas PBB bersama salah satu Ketua Umum Forum Wartawan Zainuri mendatangi Polres Musi Rawas yang diterima langsung Kasat Reskrim AKP Dodi mempertanyakan kendala dan permasalahan menguak kasus ini, dan Beliau menyarankan untuk membuat laporan kembali dan berjanji akan menindaklanjuti kasus ini, namun sebulan berlalu terduga pelaku belum juga tertangkap dan terungkap
(Binsar Siadari)

Leave a Reply

%d bloggers like this: