Penghuni Rumah Jabatan DPR Ini Minta Anggaran Gorden Rp 48,7 M Dibatalkan/

koranwatara.com – Jakarta

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Habiburokhman keberatan terhadap Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR yang menganggarkan Rp 48,7 miliar untuk gorden di rumah jabatan anggota Dewan. Menurutnya, angka anggaran tersebut terlalu berlebihan.

“Sebagai anggota DPR yang tinggal di rumah jabatan, saya merasa anggaran pengadaan gorden Rp 48,7 M atau Rp 90 juta untuk satu rumah terlalu berlebihan,” kata Habiburokhman kepada wartawan,
Habiburokhman mengaku selalu membeli gorden secara mandiri. Menurutnya, harga gorden tak lebih dari Rp 50 juta untuk kualitas paling bagus.”Selama ini kami membeli gorden pakai uang sendiri dan biaya untuk satu rumah tak lebih Rp 50 juta untuk kualitas yang bagus sekali,” ujar Waketum Partai Gerindra itu.

“Terus terang kami merasa terganggu dengan penganggaran tersebut,” imbuhnya
Lebih lanjut, dia mengatakan tak memerlukan gorden baru. Dia juga mengaku tak pernah mengusulkan pengadaan gorden baru untuk rumah jabatan anggota Dewan.

“Di satu sisi kami tidak memerlukan gorden baru. Kami juga tidak pernah mengusulkan, tetapi di sisi lain berita tersebut bisa mencemarkan nama baik kami,” imbuhnya.

Lantas, dia meminta anggaran gorden tersebut dibatalkan saja. “Hal ihwal penganggaran tersebut memang bukan kewenangan kami secara teknis, tapi kami minta baiknya dibatalkan saja,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar menjelaskan soal anggaran Rp 48,7 miliar untuk mengganti gorden di rumah jabatan anggota Dewan. Iskandar mengatakan anggaran dialokasikan untuk 505 unit rumah dan tiap rumah mendapat Rp 90 juta.

“Anggaran ini hanya bisa dialokasikan untuk 505 unit rumah. Hanya untuk 505 unit rumah itu per rumahnya rata-rata Rp 80 juta sekian dengan pajak sekitar Rp 90 jutaan per rumah,” kata Indra Iskandar kepada wartawan di Kompleks Parlemen,

Indra menjelaskan pengajuan anggaran untuk penggantian gorden sudah diajukan sejak 13 tahun yang lalu, tapi sampai saat ini belum terwujud. Dia mengatakan penggantian gorden baru diajukan saat anggaran tersedia di 2022.

“Ini diajukan semenjak 2009, 13 tahun lalu ya, 13 tahun lalu sampai sekarang nggak pernah ada, nggak pernah diganti. Sehingga kemarin di 2022 setelah anggarannya tersedia, kami memasukkan komponen vitrase untuk penggantian rumah gorden-gorden anggota yang umurnya sudah lebih dari 13 tahun,” ujar Indra

Leave a Reply

%d bloggers like this: