Pemkab Bekasi Bersama BI Kantor Perwakilan Jabar Gelar Rapat Pengendalian Inflasi Daerah

koranwantara.com – CIKARANG PUSAT

Pemkab Bekasi bersama Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Jawa Barat, menggelar rapat pengendalian inflasi daerah di ruang rapat Bupati Bekasi pada Kamis (24/03). 

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mengendalikan inflasi menjelang bulan suci Ramadan 1443 H.

“Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini, ada upaya oleh berbagai pihak terutama jajaran pemerintah daerah masing-masing khususnya di Kabupaten Bekasi,” ujar Deputi Direktur kantor perwakilan BI Jabar, Taufik Saleh setelah rakor pengendalian inflasi daerah itu.  

Taufik yang menjadi pembicara pada rakor tersebut menjelaskan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah daerah. Pertama memastikan pasokan di pasar mencukupi, memastikan harga tidak bergejolak atau terlampau tinggi, menyadarkan masyarakat melalui komunikasi efektip seperti media sosial, elektronik, tv dan radio.

Dengan media masa, pemerintah daerah dapat mengabarkan ke masyarakat bahwa Pemkab Bekasi siap mengamankan pasokan pangan strategis di masing-masing daerah. 

“Menyadarkan masyarakat tidak perlu panic buying, belanja berlebihan, semua kebutuhan pangan dalam kondisi cukup silahkan belanja sewajarnya, dengan demikian harga menjadi stabil dan tidak terjadi gejolak harga,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga menjelang Ramadan terjadi karena tingginya permintaan. Berbeda dengan situasi sebelum Ramadan dimana komoditas pangan tidak banyak dibutuhkan dan berbeda dengan kondisi menjelang Idul Fitri.

Dia mencontohkan seperti tepung terigu, gula dan pemanis untuk dibuat kue. Bahan pangan tersebut banyak dibutuhkan dibulan suci Ramadan. 

“Misalnya masyarakat banyak menjadi pedagang kue, nastar, putri salju dan itu meningkatkan permintaan gandum, terigu, gula dan lainnya,” jelasnya. 

Jika pasokan pangan tersebut tidak mencukupi di pasaran, lanjut Taufik, maka dapat dipastikan harganya akan meningkat. Pemerintah tidak akan turun tangan jika kenaikan harga terjadi dalam kondisi normal dan sebaliknya pemerintah akan turun tangan jika persentasi kenaikannya di atas kewajaran. 

“Jadi upaya kita menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif dalam mengendalikan inflasi harus terus dilakukan, karena pada saat ini berbagai komoditas telah mulai meningkat harganya, seperti daging ayam ras, sapi gula pasir,, minyak goreng, telur dan komoditas pangan lainnya,” tandasnya.GilangNawawi

Leave a Reply

%d bloggers like this: