Perlintasan Kereta di Tambun yang Dilalui Ribuan Pemotor Segera Ditutup

koranwantara.com – Tambun

PT KAI akan menutup perlintasan kereta sebidang di Kampung Mekarsari Timur, Tambun Selatan. Lokasinya berada di belakang Kantor Serikat pekerja FSPMI dan menuju halte Pusat pendidikan Yapink.

Sosialisasi penutupan sudah dilakukan petugas sejak pekan ini. Rencananya penutupan permanen perlintasan tanpa palang ini akan dilakukan mulai 23 Februari mendatang. Tak ada yang menentang penutupan ini, meskipun biasa dimanfaatan “Pak Ogah” mencari uang.

“Sosialisasi ke warga sudah dilakukan, melalui pemasangan spanduk,” ujar Yanto, Staf Desa Mekarsari, Tambun Selatan.

Dalam spanduk tersebut dituliskan bahwa dasar penutupan itu UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 94 menyatakan bahwa ‘untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunaya ijin harus ditutup.

Perlintasan ini setiap harinya dilintasi ribuan pemotor dari arah utara ke selatan pada pagi hari dan sebaliknya pada siang hari. Pemotor ini berasal dari sejumlah perumahan dan warga di tiga kecamatan, seperti Tambun Selatan, Tambun Utara, Tambelang, Cibitung dan sekitarnya. Mereka akan melakukan kegiatan di kawasan industri.

Perlintasan kereta api di Jalan Mekarsari Timur, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi tak memiliki palang pintu. Palang perlintasan hanya dijaga oleh warga sekitar. Perlintasan ini sebenarnya hanya bisa digunakan oleh pengendara sepeda motor saja.

Buka tutup jalan hanya berdasarkan pandangan mata para sukarelawan. Kalau mereka melihat akan ada kereta melintas, sukarelawan akan menghentikan kendaraan. Setelah ditutup, pengguna perlintasan ini diimbau mencari jalur lain yang resmi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: