Dukung Pengembangan Budidaya Maggot, PJB salurkan CSR pengembangan budidaya maggot di pulang pisau

koranwantara.com – pulang pisau

Kontribusi nyata oleh PT PJB UBJOM PLTU Pulang Pisau kepada masyarakat wilayah operasionalnya terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kali ini, kontribusi yang dilakukan pihak PJB Pulang Pisau itu, dengan menyerahkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) Budidaya Maggot kepada kelompok masyarakat Rey II, Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (3/2/2022).

Kegiatan dengan agenda peresmian budidaya maggot tersebut, dihadiri Kepala DPMD Pulang Pisau, Hj Deni Widarnani dan Camat Kahayan Hilir, Osa Maliki di salah satu rumah penerima bantuan bibit maggot.

General Manager (GM) PT PJB UBJOM PLTU Pulang Pisau, Munif melalui Manajer Administrasi, Rinda Primawarto mengatakan, bantuan CSR budidaya maggot ini bakal kali pertamanya dikembangkan di wilayah lingkungan operasional PT PJB Pulang Pisau.

“Bantuan ini merupakan bantuan perdana melalui CSR PJB Pulpis. Ke depan kita yakin budidaya maggot ini akan berkembang,” ucapnya saat momen peresmian dan sekaligus penyerahan program CSR kepada kelompok masyarakat di maksud.

Menurut Rinda, belakangan ini maggot yang merupakan jenis binatang kecil menyerupai ulat itu bermanfaat untuk mengurai sampah organik, bahkan hewan tersebut diklaim mampu mengurangi 80 persen sampah rumah tangga dan limbah pengolahan pabrik.

“Bahkan, maggot sendiri kaya akan protein. Hingga larva ini bisa dijadikan sebagai pakan ikan dan unggas,” ujarnya.

Dia berharap, semoga penerima bantuan CSR dari pihak PJB Pulang Pisau dapat mengembangkan budidaya maggot, hingga ke depan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi pembudidaya maggot tersebut.

“Jadi, bantuan program baru ini tanggungjawab sosial kepada masyarakat di lingkungan perusahaan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sebelumnya juga PT PJU UBJOM PLTU Pulang Pisau sudah menyalurkan bantuan CSR kepada desa sekitar lingkungan perusahan, seperti Desa Mintin, Buntoi dan Mantaren.

“Bantuannya pun bervariasi, ada bantur program CSR berupa bibit ikan, tanaman herbisida dan budidaya ikan dengan sistem bioflok. Jadi, kami berharap bantuan CSR ini dapat dikembangkan oleh para kelompok penerima,” pesannya.(M.sapawi)

Leave a Reply

%d bloggers like this: