40 Kepala Keluarga Suku Anak Dalam” Di Kabupaten Musi Rawas Hidup Terlantar Dalam Keprihatinan

koranwantara. com - Musi Rawas

Hidup seadanya di bawah tenda, layaknya seperti pengungsi hidup dan tinggal ditengah kebun sawit, sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) Suku Anak Dalam hidup serba memprihatinkan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. (Senin, 31/1/2022)

Bagi Suku Anak Dalam biasa disebut juga Suku Kubu oleh masyarakat lokal yang berasal dari wilayah Provinsi Jambi,hutan adalah merupakan kelangsungan hidup tempat mereka tinggal dan mencari nafkahnya sehari-hari.

Akan tetapi saat ini akibat maraknya penebangan hutan secara besar-besaran untuk alih fungsi lahan perkebunan baik oleh korporasi ataupun perseorangan, Suku Anak Dalam atau Suku Kubu kini kian tersingkir dan memaksa mereka untuk keluar dari wilayahnya menyebar ke berbagai tempat termasuk di wilayah Kabupaten Musi Rawas.

koranwantara.com dua hari yang lalu berkesempatan mengunjungi tempat tinggal salah satu warga Suku Anak Dalam bernama Wandy yang memiliki tiga orang anak bersama adik Laki-lakinya Vani yang memiliki dua orang anak.

Kedua keluarga kakak beradik ini sedikit bernasib mujur mereka dapat tinggal dirumah kosong warga yang kebetulan kosong di desa Pagar Ayu Kecamatan Megang sakti, Kabupaten Musi Rawas. Untuk pekerjaan keseharian mereka terkadang berburu meski hewan buruan saat ini sulit ditemukan, selain itu juga mereka menyadap kebun karet warga setempat yang menurut pengakuannya sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Wardy yang merupakan salah satu tokoh yang dituakan di kelompoknya mengatakan bahwa, ditempat lain sebanyak 38 KK bahkan bisa lebih hidup cuma dibawah tenda dengan pekerjaan yang tidak menentu dan lebih memprihatinkan lagi.

“Kami disini sedikit lumayan Pak, dibandingkan dengan saudara kami yang lainnya yang hampir 40 KK, mereka hanya tidur dibawah batang-batang sawit orang dengan hanya memasang tenda,”Ungkap Waldy sembari Dia mengucapkan terimakasih untuk Kepala Desa Pagar Ayu bersama warganya yang telah menerima mereka dengan baik.

Wardy juga mengatakan Kepala Desa Pagar Ayu, Ahmad Yani juga berjanji bila memungkinkan akan mengupayakan untuk lahan pertanian untuk mereka dengan memanfaatkan lahan gambut terlantar yang tidak digarap oleh masyarakatnya.

Saat koranwantara.com menanyakan apakah sudah ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Musi Rawas khususnya Dinas Sosial untuk Dia dan ke 40 KK tersebut, Waldy menyampaikan dengan cepat, belum ada sama sekali menerima bantuan apapun dari pemerintah ataupun dari Dinas Sosial.

Mendengar hal tersebut Wartawan koranwantara, Binsar Siadari mencoba mengkonfirmasi hal ini ke Dinas Sosial melalui telepon tapi tidak diangkat bahkan lewat whatsapp juga hingga berita ini dinaikkan belum ada jawaban ataupun tanggapan.
(Binsar Siadari)

Leave a Reply

%d bloggers like this: