Ini Cara Gampang Mendapatkan Layanan Telemedisin

wantaranews.com – jakarta

Sejumlah ahli meramalkan, kasus COVID-19 varian Omicroan akan mencapai puncaknya pada Februari 2022 mendatang.

Mengantisipasi kenaikan itu, Presiden Joko Widodo mengimbau agar pasien COVID-19 varian Omicron tanpa gejala melakukan isolasi mandiri alias tak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit. Penegasan ini dilakukan agar rumah sakit tidak sesak.

Rumah sakit nantinya hanya akan fokus menangani pasien dengan gejala berat, maupun pasien-pasien penyakit lain yang membutuhkan layanan intensif.

“Ketika hasil tes PCR saudara positif tanpa ada gejala, silakan melakukan isoman di rumah selama lima hari,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Bogor, Jumat (28/1/2022).

Dengan tingkat penularan yang cepat, penambahan kasus COVID-19 akan menunjukkan pola eksponensial. Karena itu, Jokowi mengaku, pemerintah telah mengaktifkan layanan telemedicine yang ditujukan bagi pasien terpapar COVID-19 varian Omicron maupun varian lainnya yang tanpa gejala.

Lantas, bagaimana cara mengakses layanan telemedisinyang disediakan pemerintah itu? Gampang. Anda tinggal mengunjungi situshttps://isoman.kemkes.go.id/.

Melalui layanan tersebut, pasien bisa mendapatkan layanan telekonsultasi dan paket obat gratis.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, saat ini Kemenkes telah bekerja sama dengan 17 platform telemedisin. Ke-17 platform itu yakni:
1. Aido Health
2. Alodokter
3. GetWell
4. Good Doctor
5. Halodoc
6. Homecare24
7. KlikDokter
8. KlinikGo
9. Lekasehat
10. LinkSehat
11. Mdoc
12. Milvik Dokter
13. ProSehat
14. SehatQ
15. Trustmedis
16. Vascular Indonesia
17. YesDok.

Untuk bisa mendapatkan telemidisin dan obat gratis juga mudah.

1. Untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan tes PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem new all record (NAR) Kemenkes.
2. Jika hasil tes PCR positif dan laboratorium penyedia layanan tes COVID-19 melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kemenkes (NAR), maka pasien akan menerima pesan Whatsapp (WA) dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis. Namun, apabila tidak mendapatkan WA pemberitahuan, pasien bisa memeriksa Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara mandiri di situshttps://isoman.kemkes.go.id.

3. Setelah memperoleh WA pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu dari 17 layanan telemedisin.
Caranya, tekan tautan yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di tautan yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situshttps://isoman.kemkes.go.id/panduan,lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.
Lakukan konsultasi dokter dengan menginformasikan Anda adalah pasien program Kemenkes.

4. Selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien dan resep dapat ditebus melaluihttps://isoman.kemkes.go.id/pesan_obat.

5. Untuk menebus resep obat gratis dari Kemenkes, pasien mengisi formulir pesanan yang tersedia pada menu Pesan Obat dengan mengunggah resep digital (JPG atau screen capture) yang dikeluarkan dari platform telemedisin, KTP, dan melengkapi alamat pengiriman.

Kemenkes bekerja sama dengan jasa pengiriman dari SiCepat untuk mengambil obat dan/atau vitamin dari Apotek Kimia Farma dan mengirimkan ke alamat pasien.

Hanya pasien dengan kategori layak isoman (dengan kondisi tanpa gejala atau ringan) yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis.

Sementara paket obat gratis yang disediakan adalah:

1. Paket A untuk pasien tanpa gejala
Paket ini terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet
2. Paket B untuk pasien bergejala ringan
Paket ini terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, Favipiravir 200mg 40 kapsul, atau Molnupiravir 200 mg dan parasetamol tablet 500mg (jika dibutuhkan).

Paket obat, kata Nadia, disesuaikan dengan resep dari salah satu dari 17 layanan telemedisin. Obat di luar paket ditebus dan dibayarkan di luar layanan telemedisin isoman.

“Untuk yang belum ada telemedisin obat ini juga dapat didapatkan di puskesmas.”

Layanan telemedisin isoman ini menyasar:

1. Pasien positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan
2. Berusia minimal 18 tahun
3. Kondisi rumah layak isoman
4. Diperiksa di wilayah Jabodetabek
5. Berdomisili di Jabodetabek.

(Mobil ambulans keluar usai mengantarkan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pemerintah menerapkan situasi tanggap darurat untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron salah satunya dengan menggencarkan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi Omicron

Leave a Reply

%d bloggers like this: