59 views

Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Semeru

koranwantara.com – jakarta

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menetapkan status tanggap darurat bencana dampak awan panas dan guguran Gunung Semeru selama 30 hari terhitung mulai 4 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/525/427.12/2021.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, dalam Konferensi Pers: Perkembangan Hari Kedua Pascaerupsi Gunung Semeru di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Bupati Kabupaten Lumajang juga menetapkan Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru yang dipimpin oleh Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang, bersama Komandan Bataliyon Infantri 527 sebagai Wakil Komandan I, Kepala Kepolisian Resor Lumajang sebagai Wakil Komandan II dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang sebagai sekretaris.

Abdul Muhari menjelaskan, berdasarkan data terkini yang dihimpun BNPB pada Minggu (5/12), pukul 17.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Semeru sebanyak 14 orang.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang terkait pemutakhiran data dampak erupsi.

“Korban meninggal dunia teridentifikasi di dua kecamatan, yaitu 11 orang meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 3 orang meninggal dunia di Kecamatan Candipuro,” jelasnya.

Korban meninggal ada di dua kecamatan, antara lain di Kecamatan Pronojiwo sebanyak enam orang atas nama Poniyem (50 tahun), Bawon Triono (33 tahun), Yatifa, Luluk, Edy dan Edy Pranowo.

Sedangkan di Kecamatan Candipuro ada lima orang yang meninggal dunia atas nama Dafa (14 tahun), Siti (40 tahun) dan tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Kemudian, terdapat satu korban meninggal atas nama Besut (50 tahun) di Desa Sumberwuluh. Korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Adapun perkembangan data penanganan korban luka berat sebanyak 35 orang meliputi delapan orang di Rumah Sakit dr. Haryoto, 16 orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, tiga orang di Rumah Sakit Bhayangkara dan delapan orang di Puskesmas Penanggal

Untuk korban luka lainnya sebanyak 21 orang, sehingga total keseluruhan korban luka sebanyak 56 orang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang juga melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu.

Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak dan perkembangan jumlah orang yang mengungsi menjadi 1.300 jiwa.(M-GilangNawawi)

Leave a Reply

%d bloggers like this: